Tugas DKV : "Kampanye pencegahan kanker SERVIKS sejak dini."

Niat.
Perlu saya akui soal kulit, kelamin, dan seks adalah sesuatu yang sangat senang untuk saya pelajari. freak memang, ya memang. Masalahnya saya berada pada fakultas desain dan seni rupa yang bisa dibilang secara teori nggak berhubungan, atau bahasa kasarnya nggak nyambung.



dan bukan dari kemarin saya freak soal hal itu.
dari SMP.



Jadi kalo boleh sedikit nyombong, saya sukses masuk kelas IPA untuk mengejar cita-cita saya menjadi dokter kulit dan kelamin, bahkan ahli konsultasi seks.
Dan kalo boleh nyombong lagi, pada buku Biologi di kelas 3, ada bab yang khusus membahas soal kelamin, dan saya masih hafal kok isi-isi buku itu kalau ditanya, bahkan kalau mo minta saya gambar anatomi kelamin pria dan wanita secara rinci masih sabi. (overlaping sombong)

dan gitu-gitu ujungnya masuk FSRD.
ngetes ke kedokteran di UI malah failed (sedangkan kedokteran di Trisakti aja failed).
oke oke iya memang,
saya sangat lemah soal matematika dan kimia. BENAR-BENAR LEMAH!!
tapi soal lembaran kelamin dan seksual, saya patut sombong, BENAR BENAR SOMBONG!!!


Nah,
Tugas untuk kelas DKV 4 ini adalah tentang KAMPANYE.
bagaimana kita mengangkat sebuah tema dalam satu kampanye yang berisikan tentang pesan yang komunikatif untuk target sasaran dengan bentuk visualisasi yang 'kena' banget.
dan wajar dong kalau saya mengangkat tema yang emang saya sukai (biar ngerjain tugasnya juga niat).. yaitu tentang pencegahan kanker serviks.
dan benar saja, waktu asistensi tentang makalahnya sama kakak asdos yang gembil saya terbalik dalam penyusunan latar belakang permasalahan dan pada bab data khusus.
Katanya kebalik.
Tapi dia nanya,
"Kamu tau kanker serviks diketahui masuk ke Indonesia itu kapan dan siapa penemu kanker serviks pertama kali di dunia?"

dan saya menjawab,
"Saya sih emang copy paste aja soal history atau latar belakang kanker serviks itu dan jujur emang saya nggak baca soal penemu-penemunya dan perkembangan sejarahnya itu gimana, tapi kalo nanya soal kapan kanker serviks itu pertama kali ditemukan di Indonesia itu kapan, tepatnya pada tahun 2001."


mo nanya kenapa saya tau? oke, nggak.
tapi tetep saya mo kasitau
Kanker serviks pertama kali masuk di Indonesia pada tahun 2001.
dan nenek saya adalah sebagai wanita yang menjadi 'PENEMUNYA', beliau adalah wanita pertama yang meninggal pada tahun 2001 karena kanker serviks (nenek dari mama saya)
Beliau meninggal sebelum rahimnya sempat diangkat atau dioperasi oleh dokter, karena apa, karena telat meriksa ke dokter. Ternyata waktu beliau meriksa ke dokter, beliau udah masuk stadium 3 akhir dan menuju ke 4, stadium 4.
Sel-sel kanker yang pada awalnya baru numbuh di mulut rahim nenek Umi (nama kesayangan beliau) udah terlanjur menjalar sampai ke seluruh rahim, dan ternyata juga udah 'pecah' jadi sel-sel kanker lain yang menjalar ke darahnya. Hasil akhirnya ya, komplikasi kanker.
Beliau meninggal waktu saya kelas 6 SD, waktu saya baru mo lulus2an make seragam SMP.


Curhat saya tentang beliau,
dari kecil sampai beliau udah nggak ada, beliau selalu mem-back-up saya kalo ada apa-apa. saya nggak pernah ngerasain kekerasan pada keluarga saya, jadi wajar saya adalah anak manja dan sensitif. karena dari dulu saya nggak pernah dibentak oleh orangtua saya dan jarang diatur, beliau, nenek Umi adalah sosok yang selalu membela cucunya. Beliau nggak pernah buat nutup kuping kalo nilai rapot saya waktu SD sering merah dan diomelin papa, setiap papa atau mama mo ngeluarin kalimat 'a' yang udah mo meninggi, beliau selalu ada didepan saya.. ngomelin papa mama duluan.
Bahkan setelah ia meninggal pun, saya pernah waktu kelas berapa saya lupa (pokoknya SMPan) saya dipukul papa sama batang kemoceng ampe biru gara-gara main kerumah teman saya malem2 nggak ngomong-ngomong.. waktu lagi tidur, subuh2 papa bangunin saya dan minta maaf.
"Maafin papa ya sayang, tadi papa mimpiin nenek. dia marah2in papa karena mukulin kamu tadi."


:)

Sungguh, beliau adalah wanita yang paling saya kagumi pada posisi pertama. yang posisi keduanya malah ditempati oleh mama.
dan saya benci karena sepucuk kanker freak itu bisa dengan terlalu cepatnya mengambil beliau..
nah dan itu..
itu yang membuat saya sangat bermotivasi ingin sekali menjadi spesialis kulit dan kelamin (walaupun waktu SD cita2nya pengen jadi dokter anak kayak Dr. Sta). dan biarpun emang nggak kesampean, paling nggak motivasi itu udah bisa membawa ilmu buat saya. tapi ya itu ilmu yang nggak saya tau bakal kemana, ilmu yang cuma bisa saya baca dan ketahui, tanpa bisa digerakin buat jadi sesuatu yang berguna untuk orang2 yang bernasib seperti nenek Umi.
dan yang saya masih pertanyain, kalo emang serviks itu cenderung dari ROKOK. nenek saya 100% bukan PEROKOK. dan beliau nggak pernah mo tau menau soal alkohol dan segala macamnya, itu yang saya tau dari tetangga-tetangga, adiknya, temen2nya dan dari cerita2 mama.


BUT HONESTLY,
nyesel banget sih emang cuma bisa ngomong doang "awas ya, gw bakal jadi spesialis kulit dan kelamin." yang OH, emang bener KAGAK, kayak cuman kentut. nyaring dan bau, tanpa ada wujudnya.


Letter:
"Maaf, neeek..
Nanda memang nggak bisa menjadi seperti yang apa Nanda bilang. Tapi apa yang telah terjadi dengan nenek kemarin adalah motivasi Nanda yang mungkin bisa dibilang gagal, yang semua itu ujungnya membawa ilmu pengetahuan tersendiri buat Nanda, bagaimana Nanda mengajak dan memberitahukan orang-orang disekitar Nanda tentang kanker serviks Mama dan Nanda janji, nggak akan berakhir dengan penyakit yang serupa."
^
^
^
Tulisan diatas yang saya tulis, ya mungkin nggak samalah ya sama kata2 di surat yang saya tulis dulu (Tapi intinya sama).. awal2 mo masuk kuliah saya tulis surat yang seperti ini dan saya masukin didalam sebuah balon (saya lupa balonnya warna apa).. balon gas yang kayak di film UP. balon itu saya lepas layangkan ke atas, biar dikata nenek saya diatas bisa baca. konyol kan? konyol memang untuk level pemikiran seorang yang mo jadi mahasiswa baru.. tapi ya itu.. gw sekarang mewek (tiba2 jadi melankolis).
AAAH SUMPAH KANGEN BANGET SAMA BELIAU!!!!!


ya udah balik lagi ke soal kampanye.
yang penting sih sebenarnya bukan ilmiahnya kali ya kayak di dokter2an sonoh, tapi soal visualisanya. ah, pusing, sekarang saya sedang mo sketsa logo buat asistensian kamis depan. hari ini hari sabtu, saya sedang dikosan menunggu kabar teman-teman yang katanya mo ngajakin ke carita hari ini, dan ini udah jam 9:38 p.m.




 "Sebelum jadi akar jangan ditanam.dan kalau memang sudah terlanjur menjadi tunas jangan dibiarkan lebat pada musimnya."
-Ummi Mohamad-




That was the last words that she told to my Mom..
and i'm absolutely missing her really right now.




0 komentar:

Posting Komentar

The Ugly Book