it's madam kintil, still life words. the end of the 1st edition.

maaf, nggak tau kenapa saya mau ngomong kayak gini. saya nggak maksud buat siapa dan untuk apa, cuma pengen ngomong aja dari sudut pandang saya sendiri. dan sekalian buat ngelengkapin ayat madam kintil yang session the end of the page yang vol.1 (mulai-mulai ngayal dan ngarang).




"Menghargai adalah menerima.
Menerima segala kekurangan sama saja mencicipi sebuah kesempurnaan.
dan untuk menuju itu semua, belajarlah untuk bersyukur."
Madam Kintil - Still Life Words vol.1



all of people in the world are mostly like to have a perfectness.
banyak yang ingin memiliki sebuah kesempurnaan walaupun kenyataannya semua orang tau bahwa setiap manusia nggak pernah diciptakan sempurna. bahkan mungkin nabi pun juga nggak sempurna, karena mereka juga manusia.

Begini,
Pada dasarnya untuk memiliki kehidupan adalah memiliki sebuah kesempurnaan.bukan kesempurnaan dengan pandangan pada atau untuk diri sendiri, melainkan bagaimana anda menciptakan sebuah kesempurnaan dalam hidup anda.
coba untuk bersyukur, istilahnya itu adalah kunci untuk ngebuka gerbong pager.
setelah itu, belajarah untuk menghargai, itu adalah kunci pintu depan.
lalu, cobalah untuk menerima semuanya, menerima segala kekurangan yang anda miliki, kekurangan orang lain yang anda sayangi, dan lain-lain, itu adalah kunci dari sebuah kamar.
dan ketika semua kunci itu sudah anda dapatkan. anda pasti akan menemukan sebuah kesempurnaan yang anda tidak sadari bahwa ITULAH sebuah kesempurnaan yang anda butuhkan.
kesempurnaan apa ya?
kesempurnaan untuk saling mengasihi, kesempurnaan untuk saling memberi, kesempurnaan untuk saling menyayangi, kesempurnaan untuk saling menjaga, kesempurnaan untuk segala macamnya.



ada sebuah cerita (ngarang-ngarang nih sorry-sorry aje ye kalo emang nggak nyambung).
Ada seorang pedagang buah di sebuah pasar tradisional.
Ada seorang anak kecil yang merupakan fakir.
Pedagang tersebut adalah seorang yang baik hati dan suka memberi.
Ia kenal dengan anak kecil yang merupakan fakir tersebut. Anak kecil itu selalu meminta-minta kepada pedagang itu, dan pedagang itu selaluu memberi satu buah apel atau jeruk kepada anak kecil itu setiap harinya setiap ia meminta
Sampai pada suatu hari, si anak kecil ini mencuri 2 buah apel dan 3 buah jeruk pada daganganan si pedagang tersebut. dan si pedagang itu tidak tahu.
Keesokan harinya, tanpa si anak kecil itu minta, si pedagang itu meberikan 2 buah apel dan 3 buah jeruk kepada anak kecil tersebut.
Dan pada keesokan harinya lagi, si anak kecil itu kembali mencuri. 2 buah jeruk dan 3 buah apel, yang ternyata tertangkaplah oleh si pedagang tersebut.

Pedagang : "Hei, kenapa kamu harus mencuri dariku nak?"
Anak kecil : "Karena aku sangat mebutuhkannya!"
Pedagang : "Kamu kan tau, kamu bisa meminta padaku."
Anak kecil : "Jika aku meminta aku hanya diberi sebuah. dan itu tidak cukup untukku!"
Pedagang : "Lalu apakah arti dari 2 buah apel dan 3 buah jeruk yang saya berikan kepadamu kemarin tanpa kamu minta. Apakah itu tidak cukup?"
Anak kecil : "Itu cukup untuk kemarin, bukan hari ini!"
Pedagang : "Lalu apakah arti dari 2 buah jeruk dan 3 buah apel yang kamu curi sekarang? Apa kamu kira sama dengan yang kemarin?"
Anak kecil : "Tentu saja jumlahnya sama dengan yang kemarin!"
Pedagang : "Tidak. apa bedanya kalau kamu meminta 2 buah dan 3 buah dari apa yang kamu bilang cukup untuk sehari? apa kamu pikir saya tidak akan memberi apa yang saya beri kemarin?"
dan anak kecil itu terdiam.




Ya,
memang, manusia itu sangat haus dengan sebuah kesempurnaan. rakus akan kesempurnaan.
kesempurnaan untuk memiliki hidung yang lebih mancung dari hidung yang sudah 'diberikan'.. kesempurnaan untuk menjadi lebih kaya.. kesempurnaan untuk kekuasaan yang lebih dari kekuasaan yang ia punya... kesempurnaan untuk memiliki yang lebih baik daripada kesempurnaan yang kemarin.
Yang tanpa disadari, kesempurnaan yang dicari itu justru bukanlah sebuah 'kesempurnaan'.
justru malah menjadi masalah, musibah, atau istilahnya adalah broken-situation.
kalau ada cewek sama cowok pacaran, yang cewek merasa si cowok kurang sempurna, ia mencari yang lebih.. begitu halnya sebaliknya. dan ketika semua berakhir, kembali lagi seperti itu dan seperti itu dan terus seperti itu.
kalau ada anak yang berprestasi dengan menduduki ranking 1. ia berusaha untuk mempertahankan itu, ia berusaha untuk lebih dari itu (paling nggak kalo nilainya rata2 9,0 dia berusaha untuk mencapai 100). dan ketika ia jatuh ke peringkat 2 dengan rata-rata nilai 9,0, ia merasa gagal...
kalau ada maling yang awalnya hanya mencuri handphone dan menjualnya dengan keuntungan paling nggak hanya berapa ratus ribu yang padahal memang segitu yang ia butuhkan... esoknya, dia mencuri laptop dan kemudian televisi kemudian kulkas..

Nah, lalu setelah dari contoh-contoh diatas.. paling nggak masalah yang teridentifikasi udah cukup jelas dong ya... manusia itu hanya mencari kesempurnaan. bukan menemukan sebuah kesempurnaan.
padahal tanpa disadari, dengan hanya bersyukur, menghargai, dan menerima... ia sudah mendapati sebuah kesempurnaan yang tidak perlu ia cari ampe mati.



"Hargai hari ini, dan bersyukurlah untuk hari kemarin." Madam Kintil - Still life words vol. 1
Tidak usah terlalu muluk untuk esok adalah hari yang sempurna, karena itu hanya akan bisa diketahui jika anda sudah bersyukur untuk hari kemarin dan 'menghargai' pada hari ini.






p.s : Madam Kintil - Spells from the words (vol.2) is on February.

0 komentar:

Posting Komentar

The Ugly Book