Behind The Scenes

I have a really greatest dream ever. well, for me.
Saya mimpi membuat sebuah film yang berjudul "Behind the Scenes"
di film itu memaparkan beberapa cerita yang saling berkaitan. seperti misalnya lo pernah nonton Babel yang dibintangi oleh Brad Pitt? ya, mirip seperti itu.

Di dalam mimpi itu kilasannya hanya sekedar beberapa adegan awal dari beberapa cerita.
dan entah kenapa, cerita akhirnya dengan spontan dapat saya terka untuk disambung2in menjadi satu kemasan film. bingung?
oke ini beberapa potong cerita yang ada dalam 'mimpi film' saya itu....
(block it. you're not blind.)


Scene 1.
Ceritanya tentang seorang anak perempuan berusia sekitar 8 tahun yang tinggal di tenda pengungsian merapi. disitu diceritain gimana caranya dia bertahan di pengungsian dengan status 'lepas' dari kedua orangtuanya. mulai dari makan yang mesti ngantri desak-desakan sampai pada akhirnya dia mencoba kabur dan kembali ke kampungnya yang berdekatan dengan gunung merapi yang statusnya masih sangat rawan untuk didekati, demi mencari kedua orangtuanya. disitu dia bertemu dengan salah satu tim relawan yang juga menyelamatkannya dari letusan merapi kedua yg mendadak terjadi.

Scene 2.
Ceritanya tentang seorang anak pria yang tinggal di pedalaman Papua. pada suatu hari ia pergi ke hutan untuk mencari ramuan yang mana akan ditumbuk sebagai obat untuk ibunya yang sedang sakit. ia bertemu dengan benda-benda aneh dan beberapa orang yang memakai helm.. disitu ia melihat pohon-pohon ditebang dengan liar. ia berbicara dengan bahasanya kepada orang-orang itu, orang-orang itu tidak menghiraukannya. dilihatnya ada seekor monyet yang tertimpa dedaunan pohon yang tumbang, ia pun menyelamatkannya dan membawanya kembali ke desa. ia pulang tanpa membawa bahan untuk ramuan obat karena ternyata tumbuhan yang menempel pada akar-akar pohon besar yang tumbang itu sudah rusak tercampur banyak dedaunan akibat pohon2 yang bertumbangan....

Scene 3
Seorang graphic designer yang berkarir di jakarta. sudah hampir 2 tahun lebih ia menjadi graphic designer di sebuah advertising agency, namun sayang, ia belum-belum juga naik jabatan. dari kontrakannya menuju kantor ia harus menggunakan kereta, busway/kopaja, dan kemudian ojeg atau dapat pula sedikit dengan berjalan kaki. ia terpaksa harus mengontrak rumah yang sangat jauh dari kantor demi menghemat pengeluarannya. karena memang, gajinya masih belum cukup untuk membiayai sewa di pusat kota dan bahkan pula untuk menyicil motor. karena ia masih harus menanggung sekolah adik-adiknya dikampungnya di Bandung yang mana salah satunya masih meneruskan kuliah di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Sampai pada akhirnya, ia resign dan mengapply ke beberapa tempat lain. Ini lebih kepada cerita pendek mengenai perjuangan seorang pemuda di kemelut kota Jakarta demi membiayai adik-adiknya.

Scene 4
Bali. ini mengisahkan tentang seorang pemuda yang tinggal ditempat terpencil di Bali. yang mana setiap harinya, ia tidak bisa menikmati kemakmuran pulau dewata seperti turis-turis yang berdatangan. Ia harus berjalan kurang lebih 200m lebih setiap pagi dan sore untuk mengambil setabung air jatah dari pemda (yang total hanya 2 tabung setiap 1 harinya. mencakup untuk mandi dan minum) Suatu hari ia diajak oleh seorang pria paruh baya untuk melihat keadaan di kota Bali. disitu ia sangat kaget, melihat berhektar-hektar lapangan golf disirami begitu saja dengan air yang begitu sangat dibutuhkan di desanya. dan dia juga menangkap beberapa hal yang tidak ia sukai dari turis-turis disana. Darisitu ia menghilang dan tidak kembali ke desanya karena ia memilih untuk ikut dengan pria tersebut.

Scene 5
Seorang pejabat yang difitnah dan dijebak dalam situasi penggelapan dana untuk korban bencana alam. ia memiliki seorang istri rakus yang mana istrinya adalah pemilik dari perusahaan pengelola kayu yang sering pula lolos dalam jeratan illegal logging. ia memiliki seorang putri yang berumuran remaja. pada suatu hari, keluarga itu bertengkar hebat karena berbagai kemelut masalah yang dihadapi. sampai pada ketika, putrinya tidak tahan dengan sikap ibunya sehingga ia pergi meninggalkan rumah. ia hanya meninggalkan pesan di voice mailbox pada telfon ayahnya bahwa ia menuju ke pulau dewata, Bali, untuk menghilangkan penat pada situasi rumah.


Semua scene yang ada dalam film ini saling berkaitan dan belum keseluruhan diceritain.. ada 'tali-sambungan' yang saling mengikat satu sama lain. dan saya sedang menulis semua naskahnya di sela aktifitas saya sebagai anak magang dan asistensi penulisan tugas akhir (niaaaat). ih ngarep banget lo nda ada yang mo jadiin film beneran...... ya udahlah yaaaaaaaaaaah secara mo ngeksisssss... pokoknya kalo script udah jadi, fix, bersih. pasti akan saya bagi-bagi dengan gratis dan upload di 4shared... dan buat kritik, komentar, dan pertanyaan bisa di formspring biar mungkin saya bisa dapat lebih mengembangkan cerita. #SOKIYEAAAAAAHGITULOKH
(tapi jujur sih saya ngarep ngarep biar jd film beneran gitu sih ada memang....ha-ha-ha-hak)




------"Behind the Scenes"-------
of a country with a thousand faces,
INDONESIA.

0 komentar:

Posting Komentar

The Ugly Book