eksekusi?

copast from the source


JAKARTA: Yayasan Trisakti menjamin proses belajar mengajar di Universitas Trisakti, tidak akan terganggu. Begitu juga semua dosen dan karyawan yang mendukung berjalannya kampus tersebut selama ini, tetap bekerja seperti biasa.
"Yayasan juga menjamin mahasiswa berprestasi yang mendapatkan beasiswa, tetap akan memperoleh haknya itu tanpa pengurangan sedikit pun," kata Utomo A. Karim, kuasa hukum Yayasan Trisakti, hari ini di Jakarta. 

Dia menyampaikan hal tersebut terkait dengan eksekusi paksa kepada Rektor Usakti Thoby Muthis dan 8 orang temannya pada 19 Mei.

"Tidak ada masalah dengan proses akademik mahasiswa. Yayasan meminta mahasiswa untuk tidak terprovokasi atas hasutan dan informasi yang menyesatkan. Eksekusi paksa ini hanya ditujukan kepada sekelompok orang. Bukan pada Universitas Trisakti," ujarnya.

Utomo menambahkan Yayasan Trisaktu juga sudah menyiapkan rektor pengganti untuk kelancaran proses belajar mengajar. Yayasan menegaskan hak-hak karyawan juga tidak akan mengalami pengurangi, tetap utuh 100%. Karena itu mereka diminta untuk beraktifitas seperti biasa.

"Sebagai orang terhormat dan berpendidikan, Pak Thoby Muthis dan kawan-kawan, diminta mematuhi keputusan Mahkamah Agung. Jika tidak, ini sama saja dengan memalukan diri sendiri," ujarnya.

Eksekusi itu sendiri akan dilakukan oleh pejabat eksekusi PN Jakarta Barat, dan pihak Yayasan Trisakti. Pihak yayasan, katanya, tidak akan meminta bantuan aparat kepolisian, meski untuk hal ini tidak dilarang. "Eksekusi ini kami jamin aman," lanjutnya.

Sebagaimana diberitakan MA  menolak permohonan kasasi Rektor Universitas Trisakti Thoby Mutis, dalam sengketa pengelolaan dan aset universitas di Jakarta Barat ini. Pengadilan banding telah memenangkan Yayasan Trisakti sebagai pihak yang berhak mengelola Universitas Trisakti.

Konflik di universitas swasta ini meledak saat berakhirnya periode pertama Thoby Mutis sebagai rektor. Sebelumnya pada 1998, yayasan mengangkat bekas Direktur Dewan Koperasi Indonesia ini, untuk jabatan rektor selama empat tahun. Namun, pada 4 September 2002, lima hari sebelum jabatan rektornya berakhir, yayasan memecat Thoby.

Pemecatan itu dilakukan karena Thoby menerbitkan Statuta Universitas Trisakti 2001R sebagai pengganti statuta 2001. Dalam statuta ini, Thoby menghapus keberadaan Yayasan dan menggantinya dengan Badan Hukum Pendidikan.


oke, kebetulan... saya masuk di salah satu fakultas yang woles. seni rupa dan desain di universitas itu. dan iya, pada sebetulnya saya tidak begitu peduli soal urusan politik kampus. tapi kalo memang kampus itu dinamakan kampus reformasi, seharusnya disini saya boleh mengemukakan pendapat saya sesuai dengan status saya sebagai salah seorang mahasiswa. karena ini adalah blog pribadi seperti yang ada pada kebanyakan.

aduh mo ngomong apa ya?
udah mo lulus juga sih... yang penting udah ada penyataan dari pihak yayasan soal pengesahan ijasah itu nggak ada hubungannya dengan kasus sengketa. jadi sah-sah aja ijasah mo ditandatanganin siapa..karena toh itu beda urusan lah, ijasah bagian mendiknas gitu. ya emang sih kalo soal biaya bpp pokok tuh mahal banget... dan tiap tahun ajaran baru pasti naik terus. dan sekarang saya nggak tau nih buat wisuda biayanya bakal berapa, karena lulusan angkatan 2006 kemaren biaya wisudah udah nyampe hampir 1jt. yes, dapat toga sama foto sama souvenir. doang? iya.

saya nggak peduli uang mo lari kemana. entah mo nanti akan LEBIH BAIK jika dikelola yayasan atau kembali kerektor. tapi kan udah jelas2 yang menang siapa, dan eksekusi kayaknya nggak mungkin dibatalkan kecuali ditunda dong (istilahnya cuma tinggal nunggu waktu). yang jelas saya hanya mau berhenti menghabiskan uang orangtua saya untuk bayaran bpp pokok. think about it guys, setajir-tajirnya orangtua lo, lo belum tentu nanti bisa jadi kayak orangtua lo. karena lo yang berkendara, Allah yang ngasih jalan.



P.S : 12 mei 1998. gue nggak begitu tau keadaan disaat itu. yang jelas 4 mahasiswa dari situ terbunuh dengan misi demokrasi. yang mana definisi demokrasi adalah memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi hak seseorang. lalu, dalam hal ini hak seperti apa yang diperjuangkan mahasiswa untuk eksekusi rektorat dan 8 kawannya? apa kah selama kuliah kita sudah mendapatkan hak yang sesuai dengan bayaran yang kita bayar sebagai seorang mahasiswa? well, itu bukan pernyataan. itu hanya pertanyaan yang sebenarnya nggak perlu dijawab oleh siapapun termasuk saya. so anyway, selamat bertugas akhir untuk angaktan 2007 dan sebagainya, semoga sidang agustus nanti kita semua sukses. amin!

4 komentar

  1. terima kasih atas informasinya..
    semoga bermanfaat bagi kita semua mobil Masa Depan

    sukses selalu

    BalasHapus
  2. nice share. nice post. semoga bermanfaat bagi

    kita semua :)
    keep update! Suspensi mobil

    BalasHapus
  3. Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga

    kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!Harga toyota fortuner bekas

    BalasHapus
  4. Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!Harga Nissan Juke 2014

    BalasHapus

The Ugly Book