ganja

dear Mary Jane lovers and haters,
Berawal dari definisi Narkoba yang saya kutip dari wikipedia..

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Setau saya ganja nggak lain dari tumbuhan-tumbuhan lain. bisa dijadikan sayur lauk dan bisa dijadikan hiasan, walaupun memang punya keahlian khusus untuk bisa menjadi 'rokok'. oh but wait....

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis narkotika adalah:

  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.


Jika tanaman ganja digolongkan kepada zat yang menimbulkan ketergantungan alyas zat adiktif yang sehingga disebut sebagai golongan narkotika. Mengapa rokok yang memiliki zat adiktif tidak dikategorikan dalam golongan narkotika bahkan justru lebih legal. dan kita juga tau kandungan-kandungan zat yang ada dalam rokok itu seperti apa 'rusak'nya untuk badan. dan setiap koresponden yang ditanyakan 'kenapa anda tidak berhenti merokok?' rata-rata menjawab 'pengen sih, tapi nggak bisa.'

Kita tahu bahwa ganja hanya dapat tumbuh di area yang beriklim tropis. dan indonesia bagian Aceh memiliki tanah yang sempurna untuk pengembang biakannya. tapi saya tidak berbicara tentang legalisasi ganja atau apa... karena biar bagaimanapun.. indonesia tidak dapat disamakan dengan negera-negara luar yang sudah punya label legal untuk ganja. kenapa ya, ya mungkin karena kebanyakan dari masyarakat kita masih memiliki pola pikir yang idealisme nya tidak terkendali. alyas kolot. saya tidak bisa bayangkan bagaimana 'tambah' lambannya pekerja-pekerja kelurahan setelah legalisasi ganja.. dan seberapa kewolesannya mahasiswa2 waktu mo ujian akhir. even harus diakui pemakai ganja tidak terbukti memicu malapetaka dan kriminalitas seperti orang-orang mabuk alkohol atau segala macam drugs pada umumnya, indonesia dengan atau tanpa ganja tetap tidak akan lebih baik. jadi ya buat tim supporter ya mending turunin spanduknya.


0 komentar:

Posting Komentar

The Ugly Book