Ibu warteg

Ibaratnya begini:


Ada kucing lewat ngais ngais makanan depan gw. Terus gw punya makanan lebih, gw kasih deh ke tu kucing. Terus kucing itu makan. Kemudian saya ditegur dengan alasan banyak manusia lebih pantas dikasi daripada kucing garong. Apakah tindakan saya tidak pantas karena memberi makan kucing yang padahal diluar sana banyak manusia yang kelaparan? Salahkah saya yang MAU memberi makan kucing?

Sedih dan heran sih liat berita di sosial media seputar penggalangan dana untuk ibu warteg yang disita makanannya oleh satpol. Walaupun sumber sudah meluruskan bahwa mereka juga kaget bisa jadi heboh dan akhirnya diklarifikasi sumbangannya akan disebar merata ga ke hanya ibu itu... Tetep aja masih kena nyinyiran orang orang yang bilang "ngapa nganu sedangkan ngini ngono.."

Susah ya kayaknya mengikhlaskan keikhlasan orang....
btw...
Apa sih ikhlas?

Ikhlas. Bisa jadi gerakan spontanius. Lo nggak punya alesan berbelit dan lo nggak mikir the afterwards.. You just do it because your heart wanted to. Mau mau lo suka suka lo. If somebody take a granted for your kindness, you won't look at it as a big deal, karena yang terpenting buat lo adalah "just do it".

Sekarang gini, gw liat ada yg upload foto ibu warteg bersanding sm korban suriah. Terus komentarnya penuh dengan cacian halus. Itu yg upload sama yang komentar banyak apa udah melakukan sesuatu untuk korban suriah? Bantu al fatehah lewat facebook? Jangan deh loncat ke skala yg lebih besar, sekarang sepele nya aja.. dilingkungan dan keluarga kita sendiri juga pasti afa orang2 yang bermasalah dan butuh bantuan... sudah melakukan apakah anda yang menurut anda 'lebih baik' dari penggalangan dana ibu warteg.

Ya balik lagi dari definisi ikhlas itu sendiri. Kalo lo ga ikhlas ibu warteg itu dapet sumbangan yang lebih karena menurut penelusuran media ibu itu 'bukan orang susah' dan lebih banyak orang yang pantes untuk dibantu..... Baby, why don't you 'just do it'.

P.S: "ikhlas itu seperti menjaga kepompong hingga menjadi kupu-kupu meski tau pada akhirnya ia akan terbang." ~ Madam Kintil







0 komentar:

Posting Komentar

The Ugly Book