respect.

babangnya gantengan begini huhuhuuu



ini cuman bacot gue pribadi seputar pasca pilkada jakarta (yang ternyata masih akan ada lagi putaran kedua). Gue nggak punya background pendidikan politik, dan nafkah gue ataupun orangtua juga ga 'bergantung' pada ngurusin urusan negara, tapi berhubung deadline kerjaan gue udah pada lewat dan gue lagi sering2nya mantau timeline facebook, gue ngerasa harus ngelakuin hobi lama gue yaitu nulis unek-unek di blog.

saya menulis ini karena 'gemes2 greget' sama update2 status orang di timeline facebook saya yang cenderung berpolitik. ya bebas lah, semua orang berhak memiliki opini nya masing masing dan itu pun juga boleh berlaku dong untuk saya saat ini.





Yang gue baca, sebelum Agus resmi mengundurkan diri dari keanggotaan TNI, Agus berpangkat Mayor dan menjabat sebagai Komandan Batalyon 203/Arya Kamuning. Ia dikenal memiliki prestasi yang sangat baik selama 15 tahun bergabung menjadi TNI aktif.

Banyak spekulasi yang muncul ketika Agus memilih untuk melepaskan karirnya ini,
dari mengenai "Peran obsess sang ayah yang belum selesai" atau "Agus anak yang dikorbankan" sampai berita yang bicara faktanya bahwa Agus jabatannya hanya mampu mentok di Letnan Kolonel karena memiliki kendala yaitu cedera dari latihan brigade pada tulang belakangnya. Mungkin dengan tanggungjawab dan bebannya sebagai kepala keluarga dan anak sulung seorang jendral & mantan presiden, timbul 'bisikan-bisakan' yang kerap membangun pikiran 'mo kemana ya gue' dengan mengambil arah untuk langsung berani terjun ke dunia politik.

Ia melepaskan karir kemiliterannya untuk terjun ke politik yang ga tanggung2 dengan penuh kepercayaan diri langsung mencalonkan diri menjadi gubernur kota yang 'ribet', bersaing dengan orang2 yang memang sudah 'bekerja' pada jalurnya. yang satu ibaratnya tinggal 'selling by a prove of what he did' dan yang satu udah pernah jadi mentri. Ibarat fresh graduated tapi langsung mau jadi direktur utama perusahaan yang banyak cabang dengan problematikanya masing-masing-even orangtua sejarahnya udah pernah megang ratusan perusahaan. but y, nothing is impossible lah ya kalo kata netizen US kalo Trump bisa berarti siapapun bisa.

Ya semua butuh proses. Kita nggak pernah tau apa yang seorang telah lalui dan sedang ia lalui, yang kita hanya bisa nilai adalah hasil akhirnya sambil mencibir. Mungkin begitulah cara Agus untuk belajar, ia berani untuk diremehkan dan ia berani untuk gagal. Karena dari situlah sebuah proses pembelajaran terjadi dan lagipula yaaa lumayan deh... at least kan orang-orang pun jadi 'kenal' sama sosoknya-apal mukanya-jadi apabila Agus mulai mengukir prestasi prestasi kecil di bidang politik toh ia tidak perlu susah payah lagi untuk membuat 'mukanya' dikenal (tanpa perlu bawa embel2 nama belakang). gue aja pribadi, ga tau tuh siapa uno dan djarot sampai akhirnya dia jadi cawagub jkt.

Dan setelah gue melihat Agus memberikan pernyataannya bahwa ia menerima kekalahannya.
Gue yang tadinya suka ikut ngecengin dia karena banyak jawaban2nya yang ngeblunder jadi respect. Pernyataan Agus saja sudah terlihat jelas memang dia adalah sosok yang berani dan berjiwa panglima. Disegani tanpa meminta. Mungkin faktor usia juga kali ya, kadang suka gitu.. biasanya kalo makin tua... gelar udah banyak... udah pernah jadi ini jadi itu... giliran sudah ga punya kuasa apa-apa... ya kangen aja gitu dihormati. jadinya kalo ga banyak ngomong, ya banyak ga terimanya.
Dan Agus dengan cakapnya berbicara menerima kekalahannya tuh kayakkkkk waaaaa simple sih emang kayak "ah ngomong doang isi hati mana tau" tapi seriously ga gampang loh jadi orang yang mengakui kekalahan dan kegagalan di depan umum, itu ibaratnya mengemukakan bahwa "ya, saya memang belum pantas." ada ga sesepuh2 sebelumnya yang kalo ga ngilang ya paling menyangkal kekalahan dengan mengkode2kan adanya kecurangan.



Dan untuk mereka yang belum juga udahan ngebully Agus yang udah menunjukkan respect pada democracy secara gentle (tanpa harus curhat di twitter dulu)
i mean lau tu uda jadi gubernur netizen apa gimans kayak paling benerrrrrr ae udah idupnya -__-
gue pahammmm pilkada dki ini bikin baper, tapi hati-hatiiii kalo nyepelein2 orang gitu kakak,
nanti kalo orangnya suatu saat nanti membuktikan ia bisa berprestasi paling lau diem kasak kusuk.
Salut untuk sikap Agus Yudhoyono, terus belajar untuk menjadi yang lebih baik lagi dan insya allah dimudahkan rezekinya di jalan lain yang pastinya terbaik untuk diri sendiri maupun keluarga.



#salamdamaiademayemterusssbosque


0 komentar:

Posting Komentar

The Ugly Book