Nikah Siri VS. Kumpul Kebo


Memang cara yang paling mudah untuk caper di negara Indonesia ini adalah dengan mengangkat tema tentang agama dan selangkangan. Nggak percaya? Kalo mo repot, coba crosscheck aja sama admin-admin berita portal di internet, mana artikel mereka yang paling banyak viewers. Tapi kalo mo gampang, coba liat aja artikel-artikel yang dishare di media sosial... artikel yang kayak gimana yo yang paling banyak komentarnya?

Astagfirullahuladzim, pasangan bukan suami istri tertangkap sedang mesum di hotel.
Heboh! Pasangan muda ini digrebek sedang 'mesum' di kontrakan oleh warga.
Dilaporkan banyak kumpul kebo, begini ternyata penampakan Kosan Anggrek Dahlia!

Tukan, pasti selalu berbau kontroversi ke arah agama atau selangkangan.... kita ini emang basic instingnya itu kepo. Dari sononya emang udah kepo. Jadi kalo ada yang sensitif-sensitif dikit aja di klik... ada yang agak2 bikin ngeres di klik... Buka comment section wusssshh ahuwhduwesbxsaayqhzhaks segala macam komentar yang memojokkan~ Semua orang juga gitu, bahkan saya sendiri pun seperti itu. Ya memang pasti kepo. Tapi kadang, ada orang yang lebih dari kadarnya. Lebih dari kadarnya tu maksudnya?
Rebek bos. Saking banyaknya waktu luang, ampe semangat banget ngurusin orang yang nggak sedarah dan bahkan dia kenal langsung gitu kayak 'sinjir ini ni bakal masuk neraka, sebagai orang yang hidupnya paling bener, gue harus mengingatkan dengan cara memaksa bahkan dengan cara yang lebih keras' set deh moral ama kelakuan berasa kek uda ngala-ngalain nabi u, nabi ae seinget yang pernah saya baca ga ada dah tu satupun yang praktekin ngomong kasar apalagi bertindak memakai kekerasan.



Dosa itu ranahnya udah antar pelaku dan Tuhan... lau ngapaiiiiiin tonggg woy! Percuma dong Tuhan ciptain sorga neraka dan azab dunia kalo tanah liat kek lu pada juga yang ikut urusin, Tuhan itu kan gelarnya udah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Aduh pusing *loh tiba2 hipertensi wkwkw* Maksud gua yah, sebagai sesama manusia yang sama-sama punya kekurangan dan pasti ada salah/khilaf ya bisa kaliiiiiiii borrr, lu kalo mo ceramah atau ngingetin orang ya ngobrol atau diskusi dengan baik, jangan cenderung memaksakan kehendak/ideologi pribadi apalagi sampai menghakimi orang dengan perkataan atau bahkan perbuatan yang tidak beradab. Dikatakan tidak beradap itu artinya tidak sesuai dengan pancasila sila ke-2 yakni kemanusiaan yang adil dan beradab. Coba liat kayak perkara persekusi yang menimpa sepasang kekasih di daerah Cikupa - Tangerang, diarak njir dan ditelanjangin! Nggak sekalian digantung aja biar plot ceritanya sama kayak kembalinya Suzanna????  Saya sih nggak bisa ya nonton videonya, NGGAK TEGA EHH... lah gimana yah, jujur aja nyali saya hanya sampe buat liat screenshot dan baca-baca beritanya doang. Nggak kuat bosque, marah-marah sendiri adanya entar di kolom komentar ngatain para penganiaya tu primata, kepala juga dipecahin satu-satu isinya uap njir.... aduhhhh kan kan pusing lagi deh w *kambuh lagi hipertensi*


hah... huh... hah... tenang yurandah tenang, bentar saya minum air putih dulu.
..................
ok, lanjut,
tapi aseli... terlepas dari motif sebenarnya si pelaku penelanjang2 itu emang pure razia akhlak atau emang udah pada demen ama si cewek, tindakan persekusi itu mau apapun kejahatannya NGGAK akan pernah bisa dibenarkan. Bentar... bentar... kejahatan ya.... hmm kejahatan kan tindak kriminal yang merugikan orang lain dan melanggar ketentuan hukum pidana yang diatur oleh undang-undang pada sebuah negara.
Emmmmm mereka bukan pasutri.... berduaan di tempat mereka sendiri........ yang jelas-jelas bukan tempat umum........ terus tiba-tiba digrebek..... mereka berduaan di tempat tertutup dan dikatakanlah berzina... tanpa ada bukti mereka berzina... ya tapi mereka berduaan, cewe cowo, 18+, pacaran... bukan pasutri.... jadi pasti berzina... ya harus ditelanjangin... karna ini negara hukum.... karena ini negara hukum...... oke saya ulangi dengan toak ya karena ini negara hukum. Ngomongin hukum mari mengacu kepada tindak pidana zina yang diatur dalam pasal 284 KUHP yang intinya adalah

Ancaman hukuman maksimum 9 bulan penjara:
Disebut zina jika salah satu, atau keduanya, telah memiliki pasangan resmi (suami, istri) dan menjadi perkara hukum jika ada pengaduan dari pasangan resmi salah satu atau kedua belah pihak.

TAPI... Buat yang belum tau (gw juga baru tau setelah baca2 sih) ternyata kita punya RUU KUHP 2015, pasal 484:

Dipidana karena zina, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun: 1. Laki‑laki yang berada dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan yang bukan istrinya; 2. Perempuan yang berada dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan laki‑laki yang bukan suaminya; 3. Laki‑laki yang tidak dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan, padahal diketahui bahwa perempuan tersebut berada dalam ikatan perkawinan; 4. Perempuan yang tidak dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan laki‑laki, padahal diketahui bahwa laki‑laki tersebut berada dalam ikatan perkawinan; atau 5. Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan.

Terlepas dari pro dan kontra RUU KUHP tersebut, menurut saya pribadi yang merupakan orang awam hukum dan la la la, wes iki nggak fair sih. RUU KUHP ini jadi kesannya lebih ingin menyelamatkan moral bukannya malah untuk concern dalam hal menyelamatkan lembaga perkawinan. Mau menyelamatkan moral ya harus dengan perbaikan taraf perekonomian secara merata dan peningkatan kualitas pendidikan dong. Nggak fair maksud saya ini karena bukannya malah melindungi asas perkawinan, jatohnya malah 'too much' cenderung mengintimidasi privasi orang dan hak asasi manusia. Apalagi ada poin tambahan yang tercatat bahwa adanya kententuan mengenai pengaduan: memberikan kewenangan kepada pihak ketiga yang tercemar. Loh kok rancu? Nggak spesifik menyebutkan pihak ketiga itu siapa??? Ini bisa jadi siapa aja dong nih pihak ketiga, bisa dimanfaatin dong ini sama oknum, mayan njir benci ama orang terus lu bikinin skandal buat dibawa pake pasal ini... musuh lu bisa masuk penjara 5 tahun wewwww uda setara kayak kejahatan korupsiiiii~ Ya tapi terserah apa ahli negara sih.... saya kan hanya rakyat jelata. Toh baru rancangan kan yak... apakah udah disahkan dan ditandatangani oleh presiden????

BUT OK WHATEVER I MEAN, DUDDDDE WTF PLS MIND YOUR OWN FUCKING BUSINESS, OH KAY MAYBE YOU JUST TOO POOR TO HAVE SOME BUSINESS SO YOU'RE TRYING TO SCREW SOMEONE'S BUSINESS LIKE 'YOU GUYS FUCKERS CAN'T HAVE A PRIVACY BECAUSE MY LIFE SO SUCKS'
kayak et deh kenapa sihhhhh???? Lah dia kan bukan di tempat umum, sama-sama sadar dan udah gedeeeee, kaga ganggu lau, kaga merugikan lau dari segi materi, ya berduaan juga pada tempatnya gitu dan tertutup, lu juga bukan orangtua mereka, mereka juga baik-baik aja sama semua yang di sekitar. Bodo amat si belum nikah atau enggak, lah selama mereka berdua juga nggak menimbulkan kegaduhan seperti lempar piring dan tereak-tereak ya ngapa musti disamperin sih???  TIDAK, ITU DOSA! Widih mantab! Lagi-lagi ranah Tuhan dicampuri, katakanlah memang saya ini bukan ahli agama dan juru kunci akhirat, saya memang awam... tapi sebagai orang yang pernah belajar agama ya sejauh ini yang saya ketahui adalah sekejam-kejamnya perbuatan kejam lebih kejam fitnah sih kata guru agama saya dulu waktu di sekolah hehehehehehe *harus pake hehe biar tidak tersinggung*.
Dan hemmm, menelanjangi perempuan secara paksa kalo balik lagi mo ngomongin hukum itu jatohnya tindak asusila tuh pak.... piye toh pak??? yaudah, sing waras ngalah yo~ HMMM ENA' MASUK BUI


______________________


Tapi ya begitulah Bud, (sebut saja Budi)... biar ga kena 'sanksi sosial' ada baiknya kamu dan Ratna pindah ke Bali, rata-rata warga disana beribadah dan berdosa urusan masing-masing... selama tidak menganggu ya nggak akan diganggu. Maklum, hiburan disana banyak dan terjangkau dengan mudahnya... ada gunung, sawah, pantai, pusat belanja tradisional dan modern juga ada, jadi orang-orang sana tuh rata-rata sing setres gitu......... tenang bukan tegang.
atau yah, Budi dan Ratna, kalian pasangan muda yang sama-sama merantau kan sudah terlanjur menetap di Jakarta untuk mencari nafkah dan mau gak mau ngontrak di kampung bojongkenyot, lebih baik kalian nikah siri saja lah dulu kalo memang untuk menyiapkan resepsi pada kenyataannya kayak masih jauh dananya dan ribet perkara waktu juga.

Solusi yang lebih baik agar terlihat baik yaitu kan nikah siri.

Biar enak aja gitu kalo diomongin warga "Mereka tu pacaran kok tinggal bareng astagfirullah".... dan Ibu RT menyaut "Enggak kok mereka sudah menikah tapi siri"~ Dan conversation pun the end, hanya sampai situ.
Coba kalo Ibu RT nya nyaut IYA DEH TUH BELUM PASUTRI, KAN DOSANYA BISA KEPEPER SAMPE 40 RUMAH, eh terus ada Ibu2 baru dateng nyaut SI BUDI DAN RATNA YAH, IYA TUH BERDUAAN MELULU GELAP2AN DALAM RUMAH, kemudian tukang sayur nimbrung RATNA TU YANG PUTIH TU YAK TIAP PAGI SAYA SERING LIAT DIBONCENG DI MOTOR SAMA COWOK YANG SAMA, dan kemudian berlanjut lanjut lanjut lanjut sampai akhirnya ke penggrebekan.

Ya, ada solusi yang lebih baik agar terlihat baik (di mata sosial): Nikah Siri.
Karena orang mau taunya nikah. Apa aja nama belakangnya yang penting awalannya NIKAH.
Nikah siri. Nikah siri adalah perkawinan yang dikatakan sah menurut hukum agama, namun tidak tercatat dalam negara. Toh anda menikah niatnya kan untuk ibadah dan (mungkin) menghindar zina dan juga fitnah, jadi loh ya persetan dong dengan aturan negara yaitu UU no. 1 tahun 1974 yang menyatakan perkawinan dianggap sah oleh negara apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama/kepercayaan dan dicatatkan menurut peraturan undang-undang...
LOH LOH SEBENTAR, SEBENTAR, INI KOK SAYA JADI BINGUNG, BUKANNYA KITA NEGARA HUKUM YANG BERPATOK PADA UNDANG-UNDANG LOH GIMANA CERITANYA NIKAH SIRI BISA DIKATAKAN SAH PAK...
Loh, wong SAH di mata agama kok, kan dilakukan menurut hukum agama. Silinder mungkin matamu ini Bud, coba baca baik-baik paragraf sebelumnya, dianggap sah oleh negara apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama/kepercayaan.
BAPAK LUPA YA ADA TAMBAHAN 'DAN DICATATKAN MENURUT PERATURAN UNDANG-UNDANG.' GIMANA SIH PAK SAYA JADI BINGUNG, INTINYA MAH ENGGAK SAH DONG KAN TIDAK TERCATAT MENURUT NEGARA..
Jangan membangkang agama ya kamu itu Budi kamu ini sama saja dengan menghianati Tuhan loh ya, menghianati Tuhan sama saja berarti melecehkan pancasila, yang mana pancasila merupakan dasar dari penyusunan norma hukum di Indonesia. Lupa kamu sila pertama pancasila apa... apa goblok kamu ini ternyata ya Bud???
PAK, MAAF INI PAK TAPI SAYA MAKIN TIDAK MENGERTI MALAH JADI MENGANTUK. NGGAK BISA AJA APA YA UDAH KEK GITU GA USAH DIRIBETIN, SAYA INI LEBIH SUKA AMERICAN STYLE.
Kamu ini mo jadi antek zionis, pindah negara sana saja ke Amerika atau ke Bali.
PAK, BALI ITU BUKAN NEGARA PAK, MASIH INDONESIA PAK.
Wah saya tak peduli. Menikah itu pokoknya tuntutan sosial. Kalo kamu nggak bisa memenuhi itu berarti kamu zina, dan itu jadi urusan kami. Makanya kalo kamu mau selamat di dunia akhirat lebih baik cepat lah menikah. Nikah siri saja ndak apa-apa yang penting judul awalnya nikah! Urusan cocok atau enggaknya nanti setelah tinggal bersama... gampang itu urusan belakangan, yang penting nikah dulu!

*dan akhirnya mereka pindah ke apartemen Mikertong*



Pada dasarnya hal-hal yang bersangkutpautan dengan kependudukan harus tercatat ya.. kelahiran, pernikahan, dan kematian. Menurut saya pribadi, nikah siri ini jatohnya ngeblunder. Karena kalo mo ngomongin hukum, nikah siri bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yaitu UU No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan, dimana disebutkan bahwa perkawinan bagi penganut Islam dilakukan oleh pegawai pencatat, dengan tata cara pencatatan. TAPI di sisi lain dianggap sah oleh negara apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama/kepercayaan.
Nah kan, bingung ga? Pegangan.
Padahal sesungguh-sungguhnya yang namanya menikah dengan siri (rahasia) sangat bertentangan dengan tradisi Islam (rangkuman jelasnya terangkum dalam tautan ini). 

Yaudah si ga usah kebanyakan ngeles. Nikah siri yang dikatakan jadi solusi itu KASARNYA ya solusi buat yang mo berhubungan badan secara halal kannn... Mo biar ga dibilang KUMPUL KEBO? Biar nggak kena tindak pidana zina? Esensi pernikahan kok jadi malah bergeser dari makna sesungguhnya ya. Karena kalo memang hanya perkara biaya, pemerintah uda kasi solusi kemudahan  loh yakni bebas biaya menikah kalo mo datang langsung ke KUA pada jam kerja. Jadi, hayooooo mas ngapain nikah siri? Mo ena-ena' eaaaa?

INTINYA NDA INTINYA COBA INTI DARI TULISAN INI APA, COBA TOLONG YANG TEGAS KASIH KESIMPULAN DARI NIKAH SIRI VS. KUMPUL KEBO INI....
Nikah siri cuman revisi dari kumpul kebo. Ngapain jadi versus, kalo mo ngomongin dosa ya sama aja dosa. Dibilang bisa dipidanakan ya bisa aja dipidanakan tergantung pinter begonya lu plesetin dan nyelewengin aturan yang tertulis (lohhh ya emang gitu kn biasanya). Udah si ga usah urusin badan orang udah pada gede udah pada ngerti sama konsekuensi. Tau kok tauuuu, zina itu nggak baik. Dampaknya kalo dibiarin gitu aja dibikin santai ya akan terjadi malapetaka sosial, kebablasan, free-sex merajalela. Tapi jangan jadikan pernikahan sebagai alat politik untuk melegalisasi nafsu seksual dong... hidup bersama itu kan bukan selalu melulu tentang seks~



Saya sangat mendukung program pemerintah untuk melindungi asas-asas janji suci sebuah pernikahan (mememinimalisir tindak perselingkuhan) dan mencegah maraknya tindak asusila, tapi tolong jangan meng-overkriminilisasikan pilihan kedua individu yang sifatnya personal. Kalo mo adil ya sekalian, silahkan tindak pidanakan lajang-lajang yang kumpul kebo tapi dengan syarat ya tolong juga tindak pidanakan mereka yang nikah siri. 

P.S: Wes ojo baper loh ini mas, mohon maaf loh ya para suhu yang kebetulan membaca... sekedar opini pribadi, saya memang bukan ahli. Mohon maaf bila berlebit-belit dan ada salah bacot atau missed informasyong, saya memang begitu kalo nulis - masi pake emosi wk.


gambar-gambar © google dan freepik

1 komentar

The Ugly Book