Mengupas Lengkap Mengenai 'Toxic Relationship'

toxic relationship




Pada umumnya, yang namanya menjalin hubungan atau relasi dengan orang lain itu tidak selamanya berjalan dengan indah apalagi kalo kita membicarakan yang namanya hubungan cinta ke tahapan yang lebih serius. Percekcokan atau konflik-konflik kecil ya sudah pasti ada, namanya juga relasyenshit ye kan.. awal-awal terasa indah, lama-lama ya kebuka juga karakter asli masing-masing yang membuat satu sama lain harus saling beradaptasi dan belajar saling menghargai segala macam kekurangan pasangan.

Tapi terkadang, tanpa kita sadari setiap hubungan yang terjalin dengan segala konflik yang ada di dalamnya bisa jadi mengandung potensi toxic yang akan sangat berpengaruh untuk kesehatan mental kita ke depan loh.


Apa sih Toxic Relationship?
Hubungan yang pelan-pelan membunuhmu baik secara fisik, emosi dan mental. Ibarat racun yang dikemas di dalam sandwich yang tampak menggoda. Kayak "uda tau beracun masih aja lo makan!"
Biasanya sebuah hubungan yang sudah dikategorikan 'toxic relationship' adalah ketika hubungan itu menciptakan konflik batin di dalam diri kita sendiri... dan entah bagaimana, ya ga bisa lepas aja gitu. Selalu ada satu/dua alasan untuk bertahan dibalik puluhan-puluhan alasan yang rasional untuk meninggalkan hubungan ini.
One thing about a true healthy relationship: Always being a supporting system for each other with respect and he/she can even encourage you to be a better version of you... for yourself.

Cara mendeteksi Toxic Relationship?
Coba lihat dari cara ia bicara dan memperlakukanmu.
Apa ia sering berbohong?
Apa ia sering meluapkan emosinya yang berlebihan kepadamu?
Apa ia memiliki masalah pribadi diluar hubungan kalian dan membuatmu seperti 'harus bertanggung jawab' untuk ikut menyelesaikannya?
Apa ia pernah membentakmu di depan umum?
Apa ia selalu defensive balik menyudutkanmu ketika ia berbuat kesalahan fatal?
Apa ia pernah menyakitimu baik secara verbal maupun fisik?
Apa ia kerap kali bersikap seenaknya dan menuntutmu untuk selalu mengikuti kemauan dia atas dasar 'karena cinta'?

Ya kurang lebih kalo udah ada lebih dari tiga pertanyaan diatas yang checked yes berarti ya anda mengidap toxic relationship stadium awal. Dan hati-hati, karena bisa jadi stadium selanjutnya yang terjadi adalah serusak-rusaknya hubungan kalian, kamu selalu kerap kali nggak bisa mengakhiri hubungan. 


Faktor/penyebab seseorang dapat terjebak dalam sebuah Toxic Relationship?
Sebenarnya banyak beberapa faktor yang menyebabkan sebuah hubungan menjadi racun yang cenderung unstopable:

1. Trauma dari hubungan yang sebelumnya


Baik dari kamu atau pasanganmu atau malah kalian berdua punya luka dari masa lalu yang tanpa kalian sadari, apa yang telah terjadi di hubungan kamu mempengaruhi tingkah laku dan sisi emosional kalian dalam berhubungan.
2. Kesepian


Ini sangat berbahaya sih kalo ternyata kamu ketemu dengan pasangan yang manipulatif. Karena mereka tau bagaimana membuatmu nyaman, mencari kelemahanmu agar menjadi senjata untuk menyerangmu demi selalu mendapatkan apa yang ia mau. Tanpa kamu sadari, kamu menjadi orang yang bergantung dan merasa bahwa dialah sumber dari kebahagianmu.
3. Trauma internal


Kamu/pasangan kamu dalam berhubungan pernah melakukan kesalahan fatal. Misalnya nih ya, ambil contoh kayak - pasanganmu berbohong yang fatal banget dan kamupun juga pernah melakukan kesalahan yang sama fatalnya. Well yeas, maybe you can forgive, but you surely cannot forget right? Karena siklus yang kemungkinan akan sering terjadi ketika kamu tersakiti namun memaafkannya dan memilih untuk stay in the circle, then the consequence is you both will live very miserable with your own insecurity.
4. Krisis mental


Ada masalah utama yang menjadi triggered untuk seseorang bisa bersikap meracuni sebuah hubungan yang salah satunya mungkin memang dari sisi kesehatan mental orang itu sendiri. Antara bipolar disorder atau anxiety disorder, yang jelas orang yang punya krisis mental seperti ini pastinya bakal jadi alig kalo ketemu sama orang yang cenderung play all the blame karena biasanya orang yang punya depresi kan emang cenderung tidak percaya diri. But before you pointed out that you are the crazy one and you don't feel like you deserve anyone, coba deh barangkali justru yang sebenarnya gila tu pacarmu kali tuh. Elu cuman kena mirror aja.


Bagaimana cara terbaik untuk lepas dari sebuah Toxic Relationship?
Gini. We all have our own demons kalo kata quote2 di Tumblr. Nggak ada cara spesifik untuk bisa lepas dari 'ikatan' yang seperti ini, karena ya jatohnya kayak pake narkoba. Tapi, karena saya sendiri pernah dulunya mengalami toxic relationship, ya saya merasa harus sharing ini untuk kalian semua yang mungkin masih berada di dalam segita bermuda.

Pertama, toxic relationship selalu membuatmu menjadi seperti orang lain sampai akhirnya tanpa kamu sendiri, pelan-pelan, kamu menjauh dari teman-temanmu. Do not ignore this sign. You are not a problem, because look at yourself before you met him/her. You are surrounded by your best-friends so it proves one thing for sure: You're not a toxic. Listen to the people who knows you so well before you met him/her, cause they see things differently by logic and they do really care about you. You will be surprise if their opinion is more likely becoming such a right prediction. Dan jangan lupa, selalu terbuka semuanya ke mereka, orang-orang yang paling kamu percayakan, karena di sisi lain support dari mereka itu akan sangat menolongmu dalam mengatasi ketakutan-ketakutan dalam kepalamu sehingga membangun kekuatan hati lo to strictly block him/her. 

Kedua, yes, kata eneng dualipa mah do not let him in-blok semuanya dan jaga jarak. Jangan pernah memberi celah untuk dia berbicara atau bersikap, karena sedikit aja tu bisa bikin lo mikir dua kali tau gak wkwkwkw paham bener deh pokoknya w. Silat lidahnya tu kayak memojokkan lo dengan kalimat yang cenderung 'no one will really loves you like i do' NO BABY NO!!! SIMPLE AJA ANYING YANG NAMANYA SAYANG BENERAN MAH LO NGGAK AKAN BERKALI-KALI BERULAH DAN MENGURAS EMOSI PASANGAN LO. saya pahammmm betulllll rasanya tu kayak merasa paling bersalah aja gitu dalam segala sesuatu sehingga lo dibikin kayak ngeliat pasangan lo ini sosok yang paling sempurna yang nggak akan pernah lagi bisa didapetin di toserba mana aja~

Terakhir, coba deh cari kesibukan lain.
You don't deserve to be always stay focus to his/her problem, make a distraction till you get used with it. Kenapa lo ga bisa kalo kenyataannya gw ternyata bisa?
Yeah i know the struggle is real. Such a powerful drugs!
The healing takes a progress but just keep moving dude, distract yourself with positive vibes and talk a lot with people that you trusted.


Love yourself :3
cause the only true love is comes with respect.
and what's meant to you won't make you ever feel like a total crap.

0 komentar:

Posting Komentar

The Ugly Book