Yuranda Mohamad



Selamat pagi, siang, sore dan malam. Nama saya Yuranda Mohamad.

Kalo di rumah dipanggil Randa. Temen-temen yang kenal saya dari kecil memanggil saya Wanda - itu panggilan sampai SMP. Kemudian SMA dapet nickname Janda, "Jan.. jan... sini deh" seperti itu. Kuliah.... Bentar.... Terlalu random panggilannya, ada yang manggil Wanda - Janda - saYur - Randa... Sampai akhirnya pindah Bali, setiap berkenalan dengan orang-orang saya akan berkata, "Hi, I'm Yura. Nice to meet you."




Saya anak tunggal, saya lahir di Gorontalo karena memang kedua orangtua saya berasal dari Gorontalo, Sulawesi Utara. Namun saya dibesarkan oleh kedua orangtua saya di Jakarta (tepatnya di Depok).




Ibu saya seorang guru. Dulunya. Sampai akhirnya beliau menikah dan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga setelah saya lahir, 23 Oktober 1989, mengalihkan dunianya seketika. Saya dibesarkan sepenuhnya oleh Ibu yang memiliki cinta dan perhatian yang luar biasa untuk tumbuh kembang saya. Tak heran, di rumah banyak sekali buku-buku psikologi dan agama, ya, itu buku Ibu semua... Ibu memang senang sekali membaca dan menganalisa orang, tak heran makanya kalo dulu ia adalah seorang guru BP. Ibu adalah kehidupan saya, dalam arti adalah tanpanya saya bukanlah orang yang terbentuk seperti sekarang. Beliau, Ibu, yang mengajari saya dari doa Al-Fatihah setiap sebelum tidur sampai menyuapi saya dengan banyak buku-buku dongeng, hingga membelikan saya buku diary pertama saya yang ada gemboknya kecil :D Untuk teman-teman yang mengenal saya dari kecil pasti paham sekali betapa saya ini ni bener-bener anak manja. Iya, saya memang anak Mamah. 

Ayah saya bekerja di bidang perminyakan dan gas bumi. Ia lulusan SMK Kimia, bukanlah seorang insinyur dengan kehidupan yang penuh keberuntungan dari kecil, namun ia adalah seorang yang sangat pandai dan pekerja keras. Ia bisa sampai di jenjang karirnya sekarang karena pengalaman hidupnya yang menurut saya sangat luar biasa. Ia berubah dari seorang preman sangar pinggiran Jakarta ke teknisi sebuah perusahaan korporat sampai akhirnya menjadi seorang Ayah yang bijaksana. Ya, saya hadir sebagai seorang anak, satu-satunya, yang menjadi tujuan hidupnya... Yang ia jaga supaya saya tidak perlu merasakan segala kesusahan dan kejamnya hidup yang dulu ia pernah lalui.



Personal Life

Secara keseluruhan, hingga saat ini hidup saya biasa-biasa saja. Saya bukanlah orang yang menonjol di bidang akademis, pergaulan sampai pekerjaan/karir. Saya bekerja di bidang Creative Marketing yang dari kecil memang hobi menulis tentang apa yang saya ketahui dan apa yang terlintas di pikiran saya saja. Hah? Apa? Penulis? Bukan, saya bukan seorang penulis, itu profesi yang terlalu berat buat saya.... Karena ketika menulis adalah sebuah profesi maka saya harus selalu mikirin sudut pandang pembaca, prosedur ini-itu lah, nilai jualnya lah... dan ternyata, saya terlalu apatis untuk peduli apa kata orang :)
Jadi sebut saja saya seorang karyawan kantoran yang hobinya blogging. Itu saja.

Seiring dengan waktu, saya berubah. Dari gadis kecil manja yang senangnya di dalam rumah sampai akhirnya menjadi wanita mandiri yang merantau kerja di Bali selama 3.5 tahun yang seneng banget jalan-jalan.










Saat ini saya sudah kembali bekerja di Jakarta. Kenapa? Panjang dong bambang ceritanya. Waktu bermain sudah selesai, sekarang saya hidup sebagaimana orang-orang normal di Jakarta pada umumnya. Terus belajar untuk bertahan hidup sebagai orang dewasa. Saya tinggal di sebuah apartemen milik pribadi, pulang-pergi kantor dengan ojek online nyambung kereta (terkadang busway), mobil dipake hanya ketika mo pulang ke rumah orangtua pas weekend, dan saat ini... Ya, saya sudah menjalin hubungan yang serius dan akan segera menikah. Iya, memang, sudah sesuai template kan? Makanya saya katakan, hidup saya biasa-biasa saja.

Newsletter